Dampak Konflik Militer Amerika Serikat dan Iran Bayangi Stabilitas Moneter Domestik

BI Tegaskan Aturan Pembayaran Tunai: Dilarang Menolak Rupiah!
/(ilustrasi/@pixabay)

Faktaambon.id — Daya tahan mata uang Garuda di awal pekan perdagangan luar negeri menunjukkan performa yang cukup kompetitif meski dihantam draf sentimen eksternal yang agresif. Nilai tukar rupiah dilaporkan resmi dibuka menguat di level Rp17.865 per dolar AS pada pembukaan transaksi pasar spot perdagangan Senin (29/6/2026) pagi.

Mata uang Indonesia tersebut sukses mencatatkan draf penguatan sebesar 57 poin atau setara dengan 0,32 persen jika dikomparasikan dengan posisi terakhir pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Pergerakan positif kurs rupiah ini berjalan simultan dengan tren pemulihan beberapa mata uang utama di kawasan Asia yang juga terpantau bergerak di zona hijau. Ringgit Malaysia sukses memimpin draf penguatan di regional Asia dengan torehan kenaikan 0,40 persen, disusul oleh peso Filipina yang merangkak naik tipis 0,06 persen terhadap indeks dolar AS (DXY).

Sebaliknya, mayoritas mata uang utama Asia lainnya justru menunjukkan performa pelemahan kontraktual. Won Korea Selatan menjadi mata uang yang terkoreksi paling dalam sebesar 0,49 persen, diikuti yuan China yang turun 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, yen Jepang turun 0,02 persen, serta dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen.

Fluktuasi Mata Uang Negara Maju dan Rekam Jejak Regional

Di pasar valuta asing negara maju (developed markets), pergerakan instrumen keuangan terpantau bervariasi:

  • Dolar Kanada: Bergerak menguat 0,03 persen.

  • Euro Eropa: Naik tipis 0,01 persen.

  • Poundsterling Inggris: Terpantau bergerak stabil tanpa draf perubahan instrumen.

  • Dolar Australia: Terkoreksi melemah 0,16 persen.

  • Franc Swiss: Turun 0,02 persen terhadap dolar AS.

Meskipun rupiah mampu mencatatkan draf apresiasi teknis pada sesi pembukaan pagi hari, para pelaku pasar tetap diimbau waspada. Rupiah diproyeksikan masih akan menghadapi gelombang tekanan draf depresiasi yang berat sepanjang hari ini akibat efek domino kembali memanasnya situasi geopolitik militer di Timur Tengah.

Doo Financial Futures Prediksi Rupiah Sentuh Batas Rp18.000

Analis komoditas dan mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa draf eskalasi militer secara terbuka yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor fundamental utama yang membayangi pergerakan arus modal keluar (capital outflow).

“Rupiah berpotensi besar kembali berbalik melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya draf eskalasi militer di Timur Tengah akibat aksi saling serang antara armada Iran dan militer AS. Kondisi ini memicu ketidakpastian tinggi pada prospek perdamaian kawasan serta memicu lonjakan harga minyak mentah dunia,” urai Lukman Leong, Senin (29/6/2026).

Berdasarkan draf indikator makro tersebut, Lukman memproyeksikan draf pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan berfluktuasi sangat dinamis di kisaran rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Investor disarankan melakukan draf mitigasi risiko portofolio valas secara ketat.

*(Drw)