Faktaambon.id – Polda Sumatera Selatan baru saja menuntaskan operasi intensif selama 18 hari yang memetakan betapa masifnya peredaran narkotika di wilayah tersebut. Hingga Senin (20/4/2026), petugas berhasil mengamankan 163 tersangka dari berbagai jaringan terstruktur yang beroperasi lintas kabupaten dan kota.
Keberhasilan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat bahwa ancaman zat terlarang kini semakin berkembang dengan munculnya jenis-jenis baru yang menyasar sistem saraf pusat. Operasi besar-besaran ini berhasil menyita lebih dari 7,2 kilogram sabu, 1,7 kilogram ganja, serta ratusan butir pil ekstasi yang siap edar ke berbagai lapisan masyarakat.
Jalur Internasional dan Temuan Zat Substitusi Etomidate
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Yulian Perdana, menyebutkan bahwa pergerakan jaringan ini sangat cair dan lintas wilayah, mulai dari Kota Palembang hingga pelosok Ogan Ilir. Masifnya barang bukti sabu yang ditemukan dalam waktu singkat mempertegas posisi Sumatera Selatan yang masih menjadi pasar sekaligus jalur utama distribusi narkoba jaringan internasional.
Hal yang paling mencemaskan dari pengungkapan kali ini adalah ditemukannya 20 unit zat anestesi etomidate. Temuan ini menjadi sinyal merah bahwa bandar narkoba mulai beralih menggunakan zat substitusi baru untuk mengelabui petugas di lapangan. Etomidate sendiri merupakan obat anestesi yang jika disalahgunakan dapat memberikan efek halusinasi dan kerusakan saraf permanen.
Adaptasi Aparat Terhadap Evolusi Modus Operandi
Penemuan zat substitusi ini memaksa aparat kepolisian untuk bekerja lebih adaptif dalam mendeteksi modus operandi yang terus berevolusi. Jaringan narkoba kini tidak lagi hanya mengandalkan jenis konvensional, tetapi mulai mencampurkan bahan kimia medis untuk menciptakan efek ketergantungan yang lebih kuat bagi korbannya.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap obat-obatan tak dikenal yang beredar di lingkungan sekitar. Peran aktif warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan sangat krusial demi menjaga kualitas generasi mendatang dari jeratan narkotika. Saat ini, para tersangka tengah menjalani pemeriksaan mendalam guna mengungkap aktor intelektual di balik penyelundupan zat etomidate tersebut.
*(Drw)









