Faktaambon.id – PT PLN (Persero) bergerak cepat memastikan kecukupan energi primer guna menjamin keandalan listrik nasional menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Melalui komitmen dari delapan pemasok utama, PLN telah berhasil mengamankan pasokan batu bara sebesar 82 hingga 84 juta metrik ton pada Jumat (6/3/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di seluruh Indonesia tetap beroperasi secara optimal selama masa mudik dan perayaan Lebaran. Dengan stok yang melimpah, risiko gangguan listrik atau black out dapat diminimalisir secara signifikan.
Tinjauan Langsung ke PLTU Strategis
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary, melakukan kunjungan kerja langsung ke dua unit pembangkit vital di Jawa Tengah, yakni PLTU Tanjung Jati B (4×660 MW) dan PLTU Batang (2×1000 MW). Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (7/3/2026) untuk memastikan distribusi batu bara berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Keterlibatan perusahaan pemasok besar seperti Adaro, Bukit Asam, hingga Kaltim Prima Coal menjadi kunci utama stabilitas energi nasional tahun ini. Pasokan jumbo ini diprediksi mampu menjaga Hari Operasi (HOP) pembangkit PLN hingga akhir Agustus 2026 mendatang.
Target Kebutuhan Energi 2026
Meskipun stok saat ini dianggap sangat memadai untuk periode Idulfitri, Rizal menyebutkan bahwa PLN masih memerlukan tambahan pasokan sekitar 40 juta ton lagi untuk menggenapi total kebutuhan sepanjang tahun 2026.
Dengan total skema Domestic Market Obligation (DMO) yang mencapai 124 juta ton, PLN optimistis ketahanan energi tetap terjaga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan adanya gangguan aliran listrik selama momen penting Idulfitri tahun ini.
(*Drw)













