Antisipasi Ramadan 2026: Presiden Prabowo Perintahkan Zulkifli Hasan Amankan Stok dan Harga Sembako

Respons Tegas Presiden Prabowo Soal Kritik Menteri
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

Faktaambon.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, guna mengantisipasi lonjakan harga sembako menjelang bulan suci Ramadan.

Fokus utama pemerintah dalam rapat tersebut adalah menjamin rantai pasok pangan nasional tidak terganggu oleh dinamika pasar global maupun domestik. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani harga kebutuhan pokok yang melambung.

Mandat Turun Lapangan untuk Menko Pangan

Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Hasan mendapatkan mandat khusus untuk turun langsung ke lapangan. Tujuannya adalah memastikan program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes), berjalan beriringan tanpa hambatan logistik.

“Pemerintah menargetkan harga kebutuhan pokok tetap stabil. Stok pangan dipastikan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” sebagaimana dilaporkan pada Selasa (3/3/2026).

Integrasi Sampah dan Infrastruktur Logistik

Selain urusan ketersediaan pangan, Presiden Prabowo juga menyoroti aspek lingkungan di pusat distribusi. Rapat tersebut membahas integrasi pengelolaan sampah di pasar-pasar induk di seluruh Indonesia.

Presiden menekankan bahwa efisiensi distribusi pangan sangat bergantung pada kebersihan lingkungan serta kesiapan infrastruktur logistik. Dengan pasar yang bersih dan manajemen sampah yang baik, proses distribusi barang dari petani ke konsumen diharapkan menjadi lebih cepat dan higienis.

Pengawasan Ketat di Pasar Induk

Guna mengawal daya beli masyarakat, pemerintah akan melakukan pengawasan ketat di pasar-pasar induk untuk menekan potensi inflasi. Tim Satgas Pangan disiagakan untuk memastikan tidak ada oknum yang melakukan penimbunan barang menjelang hari raya.

Melalui sinergi antar-lembaga ini, Program “Mesin” pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Prabowo diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi sektor logistik dan UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

(*Drw)