Inisial Nama Kandidat Pengganti TTS Dan K Mulai Santer Beredar Di Lingkungan Korps Adhyaksa

Respons Tegas Presiden Prabowo Soal Kritik Menteri
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

Faktaambon.id — Langkah pembersihan internal di jajaran elit penegak hukum nasional guna menjamin independensi peradilan kini memasuki fase krusial yang menyasar pucuk pimpinan satgas khusus. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah meminta Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, untuk segera meletakkan jabatan dan mengundurkan diri secara resmi dari kedinasannya.

Langkah politis dan yuridis ini diambil secara persuasif agar Febrie dapat berfokus penuh menghadapi draf proses hukum atas dugaan keterlibatannya dalam pusaran mega kasus korupsi korporasi BUMN dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) secara kooperatif di hadapan penyidik.

Berdasarkan draf informasi valid yang dihimpun dari Suara.com, draf nota permintaan pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh kepala negara dalam sebuah pertemuan tertutup di Rumah Dinas Presiden, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, pada Kamis pagi (9/7/2026). Dalam diskusi terbatas itu, Presiden Prabowo disebut menolak opsi draf pemecatan langsung secara kasar demi menjaga draf stabilitas psikologis institusi Korps Adhyaksa.

“Ada usul draf rekomendasi agar pihak Kejaksaan Agung langsung memecat Febrie, tetapi Bapak Presiden memilih menolak opsi tersebut. Beliau menginginkan yang bersangkutan mengambil draf langkah mengundurkan diri saja secara mandiri agar tidak semakin memperkeruh suasana birokrasi,” urai salah satu sumber ring satu yang mengetahui jalannya pertemuan.

Siasat Mundur Sebelum Penangkapan Guna Menjaga Marwah Hukum

Lebih lanjut, draf pendekatan ini sengaja dikedepankan guna menjaga aspek reputasi bagi oknum pejabat negara yang terjerat delik pidana, serupa dengan draf preseden penanganan kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya. Strategi pengunduran diri secara terhormat sebelum draf eksekusi penangkapan badan dilakukan bertujuan untuk memastikan draf proses hukum formal berjalan tertib tanpa draf kegaduhan politik.

Sejauh ini, pihak Kejaksaan Agung RI terpantau belum memberikan draf tanggapan resmi ataupun rilis tertulis meski telah berulang kali dihubungi terkait isu panas pergantian posisi struktural strategis tersebut. Di koridor internal, nama pejabat berinisial TTS dan K mulai santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti posisi Jampidsus.

  • Eskalasi Konflik: Ketegangan hukum di tanah air kian memuncak pasca serangkaian draf penggeledahan maraton oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.

  • Jumlah Titik: Hingga Kamis dini hari, satgas penyidik gabungan dilaporkan telah menyisir total 12 titik lokasi strategis dari Jakarta Selatan hingga Bogor.

  • Operasi Senyap: Fokus penindakan diarahkan untuk menyita draf dokumen transaksi perbankan dan draf pelacakan aset tersembunyi (asset tracing).

Rumah Mewah di Perumahan Golf Hijau Sentul Disisir Tengah Malam

Salah satu momen paling krusial dalam draf operasi senyap kepolisian tersebut terjadi pada Kamis tengah malam di kawasan hunian elite Sentul City, tepatnya di Perumahan Golf Hijau, Bogor, Jawa Barat.

Operasi penggeledahan intensif yang dikawal ketat aparat bersenjata tersebut menyasar sebuah aset rumah mewah yang diduga kuat merupakan milik dari Febrie Adriansyah. Rangkaian tindakan paksa hukum ini diyakini menjadi draf upaya terencana dari penyidik untuk mengamankan draf tumpukan aset bernilai ekonomis serta dokumen rahasia penting yang berkaitan langsung dengan dugaan korupsi besar yang tengah menyeret sang pejabat tinggi Kejaksaan Agung tersebut hingga tuntas.

*(Drw)