Faktaambon.id, EKONOMI – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan taringnya di awal tahun 2026 dengan performa pasar yang luar biasa. Valuasi saham perusahaan telekomunikasi pelat merah ini dilaporkan melonjak hingga 81 persen dalam enam bulan terakhir.
Keberhasilan transformasi bisnis menjadi faktor utama yang mendorong kuatnya kepercayaan investor terhadap kode saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI periode 19-23 Januari 2026, Telkom tercatat sebagai motor utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan kontribusi mencapai 11,57 poin.
Dengan kapitalisasi pasar free float yang menyentuh angka Rp176,3 triliun, saham TLKM tetap tangguh berada di atas garis Moving Average 50 hari (MA50). Kondisi teknikal ini menandakan tren jangka menengah yang sangat positif, bahkan di tengah fluktuasi pasar global yang dinamis.
Strategi Efisiensi: Pangkas Anak Usaha Secara Drastis
Para analis pasar modal melihat lonjakan ini sebagai respons optimis para investor terhadap strategi jangka panjang perusahaan. Telkom tengah menjalankan rencana besar untuk merampingkan struktur korporasinya.
Hingga tahun 2027 mendatang, Telkom berencana memangkas jumlah anak usahanya secara drastis, dari semula 60 entitas menjadi hanya 22 entitas. Langkah berani ini diambil untuk:
Menghilangkan Tumpang Tindih: Mengurangi duplikasi fungsi operasional antar anak perusahaan.
Meningkatkan Profitabilitas: Fokus pada lini bisnis inti yang memberikan margin keuntungan lebih tinggi.
Struktur Lebih Ramping: Mempercepat proses pengambilan keputusan dan efisiensi biaya manajemen.
Langkah restrukturisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan, yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham. Dengan fundamental yang semakin solid, TLKM diprediksi akan tetap menjadi aset blue chip primadona di pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2026.
(*Drw)











