Daerah  

Menuju Titik Terang, Kepolisian Batu Koordinasi Terkait Temuan Jasad di Jurang Cangar

Penemuan Jenazah Ibu dan 2 Anak di Warakas
Ilustrasi. Foto : Istimewa

Faktaambon.id – Suasana tenang di jalur penghubung strategis antara Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto mendadak berubah tegang. Warga yang melintas di kawasan Jembatan Cangar digegerkan oleh penemuan sesosok jasad pria dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.

Insiden tragis ini sontak menarik perhatian para pengguna jalan sekaligus memicu kerumunan warga di sekitar lokasi. Keberadaan korban pertama kali disadari oleh warga setempat yang curiga melihat kondisi ganjil di bawah jembatan. Setelah dilakukan pengecekan lebih cermat, pria malang tersebut dipastikan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Olah TKP: Polisi Temukan Motor dan Helm Hitam

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera bertindak tanggap dengan memasang garis polisi guna mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Fakta penting terungkap saat petugas menyisir area sekitar; ditemukan sebuah sepeda motor beserta helm berwarna hitam tidak jauh dari posisi jasad korban.

Temuan kendaraan ini memunculkan dugaan sementara bahwa korban kemungkinan besar mengalami kecelakaan tunggal sebelum akhirnya terperosok ke bawah jembatan. Namun, kepolisian belum memberikan kesimpulan akhir karena olah TKP menyeluruh masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Koordinasi Forensik dan Imbauan bagi Masyarakat

Demi menyingkap penyebab riil di balik tragedi ini, pihak kepolisian kini berkoordinasi secara intensif dengan tim forensik medis. Pemeriksaan lanjutan jenazah sangat krusial guna mendeteksi apakah kematian korban murni akibat benturan kecelakaan atau terdapat faktor penyebab sekunder lainnya.

Mengingat identitas jenazah yang masih belum diketahui, petugas mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Jembatan Cangar sendiri dikenal sebagai rute rawan karena kontur geografisnya yang berliku dan menurun tajam, sehingga probabilitas kecelakaan lalu lintas di wilayah ini tergolong cukup tinggi.

*(Drw)